Cara membaca blog ini

Agar blog K3 ini dapat dijadikan bacaan oleh banyak kalangan, saya akan membagi tulisan ke dalam dua segmen:  masyarakat awam,  dan masyarakat yang non-awam. 

Segmen masyarakat awam sangat perlu diperhatikan secara khusus, berhubung mereka adalah objek dari dakwah yang sebenarnya.  Saya tidak akan membuang-buang waktu dengan mendakwahi kaum yang sudah tercerahkan tentang pentingnya kita menerapkan kesehatan dan keselamatan di lingkungan hidup kita.

Saya akan mencoba untuk menulis perihal K3 dengan cara yang populer sehingga dapat menarik perhatian masyarakat yang masih awam dengan urusan K3.  Oleh karena itu, bila anda non-awam, dan melihat tag dari tulisan ini adalah “SAS for Dummies”, silakan skip agar anda tidak terlalu banyak membuang waktu berharga anda.  Atau bila anda sedang iseng, silakan membaca dan saya mohon untuk ditinggali komentar baik itu kritik, saran maupun tambahan materi ;)

Selebihnya, kategori akan saya bagi menjadi Sistem, Teknik, dan Peristiwa.  

Sistem akan membahas filosofi dasar  yang membentuk ilmu K3 sekaligus sistem penerapan manajemen K3. 

Teknik akan membicarakan hal detil dan teknis mengenai obyek-obyek pengawasan K3 (Konstruksi, Mekanik, Alat Angkat Angkut, Listrik, Pesawat Uap dan Bejana Tekan, Kesehatan, Lingkungan Kerja).  

Peristiwa akan membahas kejadian-kejadian yang dipublikasikan di media masa yang terkait dengan K3.

Seiring dengan perjalanan waktu, mungkin terjadi perubahan jenis kategori, tapi semoga niat untuk melakukannya semata-mata agar blog ini menjadi lebih baik.

Apa Bedanya Perusahaan yang menghasilkan Produk yang Berkualitas dengan yang Tidak?

Hmmm,  pernah kah anda mengamati proses pengambilan keputusan seseorang ketika akan membeli suatu produk?   Di mana produk di maksud bisa berupa barang atau jasa.

Pertama,  seseorang akan melihat dari segi fungsinya, apakah sudah dapat memenuhi kebutuhannya atau tidak.   Berikutnya, ketika disodorkan pada pilihan untuk memilih dari beberapa pilihan merek, mungkin seseorang akan melihat perbandingan harga.  

Bagi konsumen yang tidak price sensitive,  bisa jadi keputusan berikutnya didasarkan pada perbandingan kualitas produk.   Kualitas, bisa dibuktikan dari  produknya yang relatif lebih baik karena desain yang bagus, bahan pembuatnya tahan lama, sulit rusak, memiliki fitur keamanan, dilengkapi dengan manual petunjuk pemakaian dan memiliki garansi purna jual.

Hal yang sangat wajar bukan, bila seseorang lebih memilih untuk mendapatkan produk yang berkualitas, dengan harga yang pantas?

Iceberg Culture vs Structure

Perusahaan penghasil produk yang berkualitas, cenderung memperhatikan aspek kualitas dalam setiap aktivitas di tempat kerjanya.  Atau bisa juga dibalik  :  perusahaan yang memperhatikan aspek kualitas dalam setiap aktivitas di tempat kerjanya, cenderung akan menghasilkan produk yang  berkualitas. 

Setuju???  :)

Dan ini bisa dilanjutkan dengan pernyataan, produk yang tidak berkualitas cenderung dihasilkan oleh perusahaan yang tidak memperhatikan aspek kualitas dalam setiap aktivitas di tempat kerjanya.

Garbage in, garbage out.

Berkualitaskah aktivitas anda?  Dan produk anda?

Menuju Hidup yang Berkualitas

Selamat datang, para Sahabat  :)

Kesadaran akan masalah Kesehatan dan Keselamatan secara umum  di Indonesia relatif masih sangat minim.  Hal ini dapat dilihat secara luas di jalan-jalan raya, di tempat-tempat umum, bahkan di lingkungan rumah kita sendiri. 

Sudah sering kita melihat pengendara motor tidak menggunakan helm, pengendara mobil dan penumpangnya tidak menggunakan sabuk pengaman, para pekerja bangunan tidak menggunakan topi dan sepatu khusus,  petugas sampah tidak menggunakan masker dan sarung tangan, instalasi kabel listrik di rumah yang centang perenang, barang-barang mudah terbakar yang bertumpuk di dekat sumber api sehingga rawan kebakaran dan lain-lain  contoh yang bisa diajukan di mana pun kita berada.  Hal ini ditegaskan oleh tingkat kecelakaan di jalan raya, di situs-situs konstruksi, jumlah manusia yang menderita penyakit dan peristiwa-peristiwa kebakaran yang luas diberitakan di media massa.  

Seolah-olah kesehatan dan keselamatan nyawa itu tidak ada harganya.

Saya tidak akan memperluas topik ini kepada keseimbangan populasi di bumi kita yang sudah terlalu penuh dengan manusia loh ya.  Karena bila itu yang menjadi fokus tulisan ini, saya akan memandang bencana alam, peperangan, kecelakaan maut, atau pun wabah penyakit, sebagai cara bumi kita mencapai titik ekuilibrium daya dukungnya terhadap kehidupan manusia.

Kita bisa berkilah, masalah hidup mati rejeki dan jodoh di tangan Tuhan.  Tapi bukan kah Tuhan baru akan mengubah nasib manusia bila kita berusaha untuk merubah nasib kita sendiri?  Rasulullah juga pernah menegur seorang sahabat yang membiarkan kudanya tanpa ikatan, dengan argumen bahwa manusia harus berikhtiar dulu sebelum memasrahkan segalanya pada Allah.

Kesehatan dan Keselamatan kita, membutuhkan usaha kita sendiri untuk menjaganya.  Siapa pun yang hendak bersyukur atas anugerah kehidupan, harus menunjukkannya dengan cara menjaga anugerah itu dengan sebaik-baiknya. 

Para orang tua menjaga anak-anaknya, suami menjaga istrinya, istri menjaga suami dan anak-anaknya, anak-anak menjaga orang tuanya yang sudah tua, majikan menjaga para pekerjanya, pemerintah menjaga rakyatnya,  dan manusia secara umum menjaga lingkungannya.  

Hirarki Kebutuhan Manusia yang disusun oleh Maslow, menempatkan kebutuhan akan keamanan segera setelah kebutuhan fisik terpenuhi.  Hal ini sangat dasar sifatnya, sehingga tanpa pemenuhan atas kebutuhan ini, akan membuat manusia menjadi timpang dari segi psikisnya.  Psikis manusia berpengaruh langsung terhadap perkembangan pribadinya.  Kebutuhan fisik dan psikis yang terpenuhi dan seimbang menumbuhkan pribadi manusia yang utuh dan berkualitas, dan membisakan manusia untuk berkembang lebih jauh lagi dalam mengaktualisasikan potensi dirinya.

Sudahkah hal itu kita penuhi? 

Izinkan saya menyumbangkan pengetahuan yang pernah saya terima dari pelatihan Ahli K3 Umum yang diselenggarakan oleh Asosiasi K3 Indonesia pada bulan Juni tahun 2008, yang bekerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja, sebagai usaha saya dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja sebagai dasar dari setiap aktivitas berkualitas menuju kehidupan yang lebih baik.

Mohon doa restu, saran dan kritik dari  Sahabat semua :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.