Selamat datang, para Sahabat :)
Kesadaran akan masalah Kesehatan dan Keselamatan secara umum di Indonesia relatif masih sangat minim. Hal ini dapat dilihat secara luas di jalan-jalan raya, di tempat-tempat umum, bahkan di lingkungan rumah kita sendiri.
Sudah sering kita melihat pengendara motor tidak menggunakan helm, pengendara mobil dan penumpangnya tidak menggunakan sabuk pengaman, para pekerja bangunan tidak menggunakan topi dan sepatu khusus, petugas sampah tidak menggunakan masker dan sarung tangan, instalasi kabel listrik di rumah yang centang perenang, barang-barang mudah terbakar yang bertumpuk di dekat sumber api sehingga rawan kebakaran dan lain-lain contoh yang bisa diajukan di mana pun kita berada. Hal ini ditegaskan oleh tingkat kecelakaan di jalan raya, di situs-situs konstruksi, jumlah manusia yang menderita penyakit dan peristiwa-peristiwa kebakaran yang luas diberitakan di media massa.
Seolah-olah kesehatan dan keselamatan nyawa itu tidak ada harganya.
Saya tidak akan memperluas topik ini kepada keseimbangan populasi di bumi kita yang sudah terlalu penuh dengan manusia loh ya. Karena bila itu yang menjadi fokus tulisan ini, saya akan memandang bencana alam, peperangan, kecelakaan maut, atau pun wabah penyakit, sebagai cara bumi kita mencapai titik ekuilibrium daya dukungnya terhadap kehidupan manusia.
Kita bisa berkilah, masalah hidup mati rejeki dan jodoh di tangan Tuhan. Tapi bukan kah Tuhan baru akan mengubah nasib manusia bila kita berusaha untuk merubah nasib kita sendiri? Rasulullah juga pernah menegur seorang sahabat yang membiarkan kudanya tanpa ikatan, dengan argumen bahwa manusia harus berikhtiar dulu sebelum memasrahkan segalanya pada Allah.
Kesehatan dan Keselamatan kita, membutuhkan usaha kita sendiri untuk menjaganya. Siapa pun yang hendak bersyukur atas anugerah kehidupan, harus menunjukkannya dengan cara menjaga anugerah itu dengan sebaik-baiknya.
Para orang tua menjaga anak-anaknya, suami menjaga istrinya, istri menjaga suami dan anak-anaknya, anak-anak menjaga orang tuanya yang sudah tua, majikan menjaga para pekerjanya, pemerintah menjaga rakyatnya, dan manusia secara umum menjaga lingkungannya.
Hirarki Kebutuhan Manusia yang disusun oleh Maslow, menempatkan kebutuhan akan keamanan segera setelah kebutuhan fisik terpenuhi. Hal ini sangat dasar sifatnya, sehingga tanpa pemenuhan atas kebutuhan ini, akan membuat manusia menjadi timpang dari segi psikisnya. Psikis manusia berpengaruh langsung terhadap perkembangan pribadinya. Kebutuhan fisik dan psikis yang terpenuhi dan seimbang menumbuhkan pribadi manusia yang utuh dan berkualitas, dan membisakan manusia untuk berkembang lebih jauh lagi dalam mengaktualisasikan potensi dirinya.
Sudahkah hal itu kita penuhi?
Izinkan saya menyumbangkan pengetahuan yang pernah saya terima dari pelatihan Ahli K3 Umum yang diselenggarakan oleh Asosiasi K3 Indonesia pada bulan Juni tahun 2008, yang bekerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja, sebagai usaha saya dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja sebagai dasar dari setiap aktivitas berkualitas menuju kehidupan yang lebih baik.
Mohon doa restu, saran dan kritik dari Sahabat semua